Awalnya Buat Pengidap Cancer, Healing Journey jadi Destinasi Wisata Wellness Tourism
JEJAKVIRAL - Awalnya, healing journay merupakan suatu upaya atau langkah untuk menyembuhkan mereka yang mengalami sakit kanker.
Seiring perkembangan jaman, healing journay menjadi salah satu daya tarik wisata mancanegara untuk datang menikmati keindahan alam sekaligus proses pemulihan dari sakit.
Di sinilah, nilai dari destinasi wisata healing journey yang bisa menjadi salah satu pendapatan negara dari ethnowellness nusantara atau ETNA.
"Healing journey Ethnowllness akankah mampu menarik perhatian wisatawan mancanegara? Kalau melihat kalimat tersebut, mestinya ada tanda tanya. Mari kita bahas satu persatu. Saya ingin sampaikan dulu apa yang saya ketahui tentang healing journey," papar Jongky Adiyasa, Pengurus Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) seperti dikutip dari akun YouTube IWTIF pada Jumat (1/8/2025).
Menurut dia, healing journey itu is a program for people who want to learn how to help themselves when they have cancer. Ini yang saya temui.
"Sejak tahun 1982 healing journey sudah ditemui. Jadi memang awalnya untuk cancer (pengidap kanker)," paparnya.
Namun demikian, Jongky Adiyasa mengatakan bahwa healing journey ini juga bisa untuk mereka yang mengalami trauma, kesedihan, dan keluhan hidup yang signifikan.
"Sehingga mencapai kesehatan yang seimbang untuk hidup yang lebih baik.
Yang jadi pertanyaan, apakah healing journey bisa digabungkan dengan pariwisata?" ulasnya.
Jongky mengungkapkan bahwa ethnowllness menjadi salah satu contoh dari pemanfaatan pengetahuan tradisional dan sumber daya genetik Indonesia dan bisa menjadi salah satu daya tarik wisata healing journey.
Menurutnya, saat ini industri Ethnowllness sedang gencar dikembangkan sebagai upaya untuk mempromosikan kekayaan intelektual dan kearifan budaya Indonesia.
"Pertanyaan saya, apakah sudah dikenal, apakah sudah terkenal. Jujur apakah sudah meluas dikenal masyarakat Indonesia? Kalau bicara terkenal, kalau sebut Bali, semua orang Indonesia tahu Bali," papar Jongky.
Yang pasti Ethnowllness merupakan budaya kesehatan Indonesia, kearifan lokal warisan para ahli pengobatan di Indonesia.
"Itu yang sangat perlu banggakan tentang etnowellness. Akankah mampu menarik perhatian turis mancanegara?
Sebagai pelaku pariwisata dirinya haqqul yakin, yes. "Kalau bisa seberapa berhasilkah kita. Itu yang menjadi pertanyaan. Akankah seperti Singapura, Penang, Malaka yang menjadi tumpuan sebagian kecil warga Indonesia untuk berobat.
"Mereka tanpa dipromosikan mungkin mereka juga mempromosikan. Tapi buat kalangan orang-orang di Medan penduduk di Jakarta itu berobat pemikiran mereka enak di Malaka, Singapur, Penang.
Apakah para pelaku wellness sudah melakukan kaidah pemasaran pariwisata?
"Ketika bicara kaidah pemasaran itu every body the way marketing. Ini yang perlu kita telaah bersama. Banyak orang yang menganggap melakukan pemasaran pariwisata sangat mudah. Seperti yang menjual barang produk biasa.
Dia juga menyayangkan bahwa masih banyak yang berpikir, termasuk pejabat kita para wisatawan seperti datang dari langit.
"Tiba-tiba turis sudah muncul di bandara. Tinggal bicara dan di arahkan mau ke mana. Padahal tidak demikian, kita butuh promosi. Karena memang destinasi wisata tanah air menjadi salah satu pemasukan negara," tandasnya.